Kamis, 18 Februari 2010
Pencak silat atau silat (berkelahi dengan menggunakan teknik pertahanan diri) ialah seni bela diri Asia yang berakar dari budaya Melayu. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura tapi bisa pula ditemukan dalam berbagai variasi di berbagai negara sesuai dengan penyebaran suku Melayu, seperti di Filipina Selatan dan Thailand Selatan. Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, saat ini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh.
Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa), adalah nama organisasi yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam untuk mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara.
Istilah dalam Pencak Silat
Silat Betawi memperagakan teknik melucuti golok.
Sikap dan Gerak
Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.
Teknik
Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Praktisi biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.
Jurus
Pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan tehnik-tehnik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.
maan dalam Perbedaan untuk Meningkatkan Kualitas Diri
Silat Betawi Sabeni dari Tenabang
Tanah Abang, yang merupakan salah satu sentra perdagangan di Ibukota Jakarta dikenal sebagai salah satu sentra grosir pakaian yang terbesar di Indonesia bahkan ada yang berpendapat terbesar di Asia Tenggara.
Selain terkenal sebagai sentra perdagangan tekstil, Tanah Abang juga dikenal sejak dulu sebagai salah satu tempat yang melahirkan jago-jago silat (“maen pukulan”) salah satunya adalah Sabeni yang merupakan tokoh Betawi yang dikenal dengan jurus kelabang nyebrang dan merak ngigel. Jurus-jurus aliran Sabeni terkenal karena kecepatan dan kepraktisannya. Salah satu ciri khasnya adalah permainan yang rapat dan gerak tangan yang sangat cepat. Jurus-jurus aliran Sabeni apabila ditelaah lebih jauh merupakan aliran yang mengutamakan penyerangan dan tidak memiliki kembang dan murni untuk beladiri, berbeda dengan aliran Betawi lainnya yang dapat dipergunakan untuk tarian/ngibing.
Sabeni lahir sekitar tahun 1860 di Kebon Pala Tanah Abang dari orang tua bernama Channam dan Piyah. Sabeni namanya mulai mengemuka setelah Sabeni mampu menghadapi salah satu Jago daerah kemayoran yang berjuluk Macan Kemayoran ketika hendak melamar puteri si Macan Kemayoran untuk dijadikan isteri. Selain itu Peristiwa-peristiwa lainnya antara lain pertarungan di Princen Park (saat ini disebut Lokasari) dimana Sabeni berhasil mengalahkan Jago Kuntau dari Cina yang sengaja didatangkan oleh pejabat Belanda bernama Tuan Danu yang tidak menyukai aktivitas Sabeni dalam melatih maen pukulan para pemuda Betawi dan yang sangat fenomenal adalah ketika Sabeni dalam usia lebih dari 83 tahun berhasil mengalahkan jago-jago beladiri Yudo dan Karate yang sengaja didatangkan oleh penjajah Jepang untuk bertarung dengan Sabeni di Kebon Sirih Park (sekarang Gedung DKI) pada tahun 1943 atas kemenangannya Sabeni dibebaskan dan diberi hadiah satu dus kaos singlet dan satu dus handuk.
Sampai usia 84 tahun Sabeni masih mengajar maen pukulan (beliau mengajar hampir keseluruh penjuru jakarta bahkan untuk mendatangi tempat mengajar beliau biasanya berjalan kaki), sampai meninggal dunia dengan tenang dan didampingi oleh murid dan anak-anaknya pada hari Jumat tanggal 15 Agustus 1945 atau 2 hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dalam usia 85 Tahun, beliau dimakamkan di Jalan Kuburan Lama Tanah Abang, yang lalu atas perjuangan Bapak M. Ali Sabeni salah satu putera beliau oleh pemerintah daerah DKI diganti menjadi Jalan Sabeni.
Saat ini aliran Sabeni dilestarikan oleh anak dan keturunan dari Sabeni dan berpusat di daerah Tanah Abang, salah satunya adalah Bapak M. Ali Sabeni yang merupakan anak ke-7 dari Sabeni yang selain sebagai penerus Silat Sabeni juga seorang tokoh seniman Sambrah Betawi (Orkes Melayu Betawi). Karena faktor usianya yang sudah 72 tahun lebih, tugas melatih saat ini diserahkan kepada putera laki-lakinya Bang Izul. Dalam salah satu kesempatan Bapak M. Ali Sabeni mengutarakan keinginannya agar Silat Sabeni ini dapat dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda agar warisan ini tidak hilang oleh gerusan zaman.
Sabtu, 13 Februari 2010
Republik Indonesia
Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau dari sabang sampai merauke.masing-masing pulau mempunyai ciri-ciri yang berbeda satu sama lain.tidaklah heran bila Negara Indonesia dihuni atau ditempati oleh banyak etnis yang berasal dari keturunan yang berbeda-beda yang tersebar diseluruh pelosok tanah air,bermacam ragam etnis yang menghuni Negara yang dinamakan rakyat.persatuan menjadi perhatian yang sangat besar bagi pemerintah Indonesia.baik pada masa colonial/belanda(penjajah).maupun pemerintahan RI setelah proklamasi 17 Agustus 1945.
Rakyat sebagai penghuni Negara,mempunyai peranan pentig dalam merencanakan,mengelola dan mewujudkan tujuan Negara.dan orang-orang yang tinggal di negeri Indonesia seperti peranakan belanda,peranakan tionghoa dan peranakan arab mengakui bahwa Indonesia sebagai tanah airnya dan bersikap setia kepada Negara RI.dan saya juga bangga terhadap para pahlawan yang telah gugur hanya buat membela dan menjaga martabat bangsa Indonesia dengan sehidup semati dalam membela kebenaran buat rakyat/warga Indonesia meskipun saya belum lahir dan belum tahu seberapa besar jiwa kepatriot bangsa Indonesia yang telah berjuang buat Negara Indonesia.
Tujuan Negara Indonesia telah dirumuskan para pendiri Negara yaitu seperti yang tertuang pada UUD 1945 pada alenia IV:
1.melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia2.memajukan kesejahteraan umum
3.mencerdaskan kesejahteraan umum
4.ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan social.
Sedangkan cita-cita saya dan bangsa Indonesia adalah Indonesia yang merdeka,bersatu,berdaulat adil dan makmur.dan untuk mencapai tujuan dan cita-cita tersebut Negara mempunyai fungsi antara lain:melakukan ketertiban,mengusahakan kesejahteraan,kemakmuran serta pertahanan menegakkan keadilan.
Saya bangga karena bangsa Indonesia mempunyai wawasan nusantara yang lebih baik lagi dari cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi pancasila dan UUD 1945 sebagai aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka berdaulat dan bermartabat serta menjiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaan dalam mencapai tujuan perjuangan Indonesia.dalam cita-cita dan tujuan nasional yang dijadikan dasar wawasan kebangsaan Indonesia yang mencakup 3 aspek utama yaitu:
1.cara memandang keberadaan bangsa Indonesia,baik secara internal maupun eksternal
2.wawasan dalam berperilaku,bersikap dan bertingkah laku bangsa Indonesia berdasarkan pancasila sebagai pandangan hidup
3.cara bangsa Indonesia mengadaptasikan diri dalam pergaulan dunia atas nilai-nilai luhur bangsa terhadap lingkungan internasional.
Beberapa hal yang terpenting yang dapat dijadikan identitas kebangsaan dalam berbangsa dan bernegara adalah bendera kebangsaan Indonesia adalah merah putih, lambang Negara republic Indonesia.
